Sunday, January 01, 2012

KIsah Sedih Putri...




Wonosobo,1993
Pagi itu, Ibu membangunkanku, memandikanku, menyisir rambutku, mendandaniku sedemikian cantik. Aku memakai baju terbagusku, kaos kaki berendaku dan memakai sepatu.

” Kita akan ke Semarang, perjalanan agak jauh, kita mesti bergegas, ” Masih jam 6 pagi ketika kami berjalan menuju terminal Bis.

Jarak rumah kami ke Semarang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan dan kami harus berganti setidaknya 3 kali Bus untuk sampai tujuan.
***
Aku menangis, berteriak histeris ketika ibu meninggalkanku begitu saja. Ibu pergi berlalu tanpa menoleh lagi padaku.

” Ibu, aku janji tidak akan nakal, aku akan bangun lebih pagi lagi untuk membantumu ibu, dan Aku akan memarut singkong dan memarut kelapa tanpa kau suruh buu, . . . Ibuuuuu”

” Ibu, aku tidak akan mengeluh lagi, Aku tidak akan menangis lagi, walaupun tanganku terkena parut, asal ibu membawaku pulang . . . Ibuuuuuu”

Aku tidak ingat berapa lama berteriak, dan berapa lama menangis, yang kutahu aku tertidur karena kecapaian. Saat ini Aku sangat membenci Ibuku, perempuan yang telah melahirkanku, dan juga telah tega membuangku.

Jangan Pernah Menerobos Lampu Merah (Kisah Penuh Hikmah)


Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Herman segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hatinya berdebar, berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.

Herman bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Priiiiiiiiit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Herman menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Nabi Sulaiman Leluhur Bangsa Melayu

Inilah Susur Galur Bitjitram Syah (Sang Sapurba), keturunan Iskandar Zulqarnain yang turun dari Bukit Siguntang Mahameru (Palembang)…
“… asal kami daripada anak cucu Raja Iskandar Zulqarnain, nisab kami daripada Raja Nusirwan, Raja Masyrik dan Maghrib dan pancar kami daripada Sulaiman ‘alaihis salam… ” (Sejarah Melayu (SM), karangan Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi, bait 2.2).
Bitjitram Syah (Sang Sapurba), diceritakan menikah dengan Wan Sendari anak Demang Lebar Daun, Penguasa Palembang (anak cucu Raja Sulan, keturunan Raja Nusirwan ‘Adil bin Kibad Syahriar), kelak keturunannya menjadi cikal bakal raja-raja di Negeri Melayu.
Bitjitram Syah (Sang Sapurba), di dalam sejarah dikenali sebagai Raja Sriwijaya abad ke-13, yang bernama Sri Tri Buwana, yang mendirikan Kerajaan Keritang (Indragiri) dan Kerajaan Kandis di Kuantan. Salah seorang putera Sang Sapurba, bernama Sang Nila Utama, membangun Kerajaan Tumasik, yang saat ini dikenal dengan nama Singapura.

Misteri Leluhur Bangsa Jawa

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.
Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.


Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim

Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.
Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).
Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.

Pages

Gabung Yuk....