Friday, May 25, 2012

Sedekah : Pelajaran Berharga Dari Seminar Cara “GILA” Jadi Pengusaha


Sedekah – Kamis, 15 Oktober 2009, saya mengikuti seminar Cara “GILA” Jadi Pengusaha. Pembicaranya adalah Purdi E Chandra. Ini yang kedua kalinya saya mengikuti seminarnya beliau. Dua-duanya diadakan di Pontianak.
Mungkin yang menjadi pertanyaan anda adalah kenapa kok saya mengikuti seminarnya Purdi E Chandra kembali, bukankah materinya sama dengan sebelumnya.
Ada alasan mendasar kenapa saya mengikuti seminarnya beliau kembali.

Seperti halnya belajar agama. Orang yang sering menghadiri pengajian, pasti berbeda dengan orang yang hanya sekali-kali saja  menghadirinya. Walaupun mungkin kita sudah pernah tahu isi dari materi yang disampaikan.
Intinya adalah mengingatkan. Boleh jadi anda sudah tahu manfaat ber-sedekah. Tapi ketika diingatkan kembali, biasanya kita akan tersadar bahwa ternyata sedekah yang kita lakukan ternyata masih kurang . Dengan seringnya diingatkan mungkin sedekah akan menjadi kebiasaan, atau malah bisa menjadi hobi :D
Begitu juga dengan motivasi. Mungkin sehabis mengikuti seminar,  hidup kita lebih semangat. Tapi entah, bisa saja beberapa hari kemudian kembali seperti semula.  Dengan banyaknya komentar sana sini dari lingkungan sekitar yang seperti mobil pemadam kebakaran yang memadamkan api semangat kita.
Ada beberapa poin yang patut saya dan anda renungkan yang saya dapatkan dalam seminar tersebut, yaitu :
  • Jangan Terlalu Banyak Berfikir Untuk Memulai

Dalam berbisnis, banyak orang yang menghitung-hitung terlebih dulu sebelum memulai. Mereka menghitung-hitung kira-kira berapa lama bisa BEP (Break Event Poin).  Kira-kira berapa keuntungan sebulannya. Kalau seandainya perhitungannya tidak mendatangkan untung, akhirnya mereka memutuskan untuk mundur. Lucu memang, belum dibuka bisnisnya kok sudah mundur. Belum pergi kok sudah pulang.
Itu hanya sekedar perhitungan yang dikira-kira, yang digambar-gambarkan sendiri. Padahal mungkin kenyataannya tidak seperti itu. Kita akan tahu untung atau rugi dalam berbisnis, seadainya kita memang sudah menjalankannya. Setuju ?
Seperti halnya dalam berbisnis online, kita akan tahu bisnis kita akan sukses apabila kita sudah menjalankanya. Kalau ditengah jalankan ada hambatan dalam bisnis, kita tinggal memikirkannya untuk survive.
Intinya jangan difikir dulu baru dijalani, tapi dijalani dulu baru difikirkan. Kalau kata Purdi, gunakan otak kanan dulu baru otak kiri.
Menurut penelitian, apabila otak kirinya saja yang dilatih, otak kanannya tidak ikut berkembang. Tapi kalau otak kanannya yang sering dilatih, otak kiri akan mengikuti.
  • Berkomunitas Untuk Melancarkan Bisnis Anda

Ini yang telah saya rasakan dalam berkomunitas. Dikala saya ingin mundur, ada orang-orang yang mengingatkan saya untuk kembali maju.  Dikala saya jatuh, ada uluran tangan teman yang membantu saya untuk bangun kembali. Dikala saya kehabisan ide, ada saja ide yang muncul dari sharing teman-teman satu komunitas.
Seperti halnya seorang blogger, komunitaslah yang membuat anda terus semangat untuk selalu berkreasi memberikan yang terbaik melalui tulisan-tulisan anda.
  • Sedekah

Ini yang tidak kalah pentingnya. Dalam berbisnis hendaknya tidaklah hanya memikirkan keuntungan anda pribadi. Anda harus bisa berbagi dengan yang lain. Entah dalam bentuk harta, maupun tulisan yang bermanfaat untuk orang banyak.
Berfikirlah bagaimana memberikan yang terbaik untuk orang lain.
Ada satu, yang menjadi renungan saya dan bisa menjadi renungan anda juga.Sedekah senyum, maka yang akan anda dapatkan adalah senyum. Sedekah dengan uang 10 ribu, maka yang akan anda dapatkan adalah 10 ribu. Sedekah dengan 1 juta, maka yang akan anda dapatkan adalah 1 juta. Malah bisa lebih dari itu. Sesuai yang telah dijanjikan Allah : Jika kamu ber-sedekah, maka AKU akan mengembalikannya 10 kali lipat.
Satu lagi yang menggelitik rasa kemanusiaan saya. Banyak orang yang berpendapat, ber-sedekah-lah walaupun sedikit yang penting ikhlas.  Tapi di balik oleh Purdi menjadi : Ber-sedekah yang banyak walaupun tidak ikhlas. Konyol memang, tapi pernyataan ini cukup menjadi pertimbangan saya untuk membiasakan bersedekah lebih besar dari biasanya. Kalau sudah menjadi kebiasaan, nanti juga akan ikhlas dengan sendirinya.
Belum lagi cerita-cerita tentang keajaiban sedekah.  Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri pernah merasakan keajaiban sedekah itu. Datangnya tidak dikira-kira dan besarnya pun tidak disangka-sangka.
Ada slogan yang sering saya dengar dari Purdi E Chandra, “Hemat Sedekah Pangkal Miskin, Boros Sedekah Pangkal Kaya”.
Bagaimana menurut anda ?

No comments:

Post a Comment

Pages

Gabung Yuk....